Green Jobs Sebagai Resonansi Gen Z Terhadap Permasalahan Iklim | AS Institute

Beberapa aktivitas manusia seperti membakar bahan bakar fosil, menebang hutan dan bertani ternak semakin mempengaruhi iklim dan suhu bumi. Hal tersebut menambahkan sejumlah besar gas rumah kaca ke gas yang terjadi secara alami di atmosfer, sehingga meningkatkan efek rumah kaca dan pemanasan global.

Photo by : istockphoto.co

Perubahan iklim berdampak  di seluruh wilayah dunia. Lapisan es di kutub mencair sehingga permukaan air laut naik. Di beberapa daerah kejadian cuaca ekstrim dan curah hujan menjadi lebih umum sementara yang lain mengalami gelombang panas dan kekeringan yang lebih ekstrim. Dampak ini diperkirakan akan meningkat dalam beberapa dekade mendatang.

Tahun 2011-2020 adalah dekade terpanas yang tercatat dengan suhu ratarata global mencapai 1,1ºC di atas tingkat pra-industri pada tahun 2019. Pemanasan global yang disebabkan manusia saat ini meningkat dengan kecepatan 0,2ºC per dekade.

Perubahan iklim adalah ancaman global dan hanya dapat diatasi dengan respons global. Penggerak utama perubahan iklim adalah efek rumah kaca. Beberapa gas di atmosfer Bumi bertindak seperti kaca di rumah kaca, menjebak panas matahari dan menghentikannya agar tidak bocor kembali ke luar angkasa dan menyebabkan pemanasan global.

Uni Eropa bertujuan untuk menjadi netral iklim pada tahun 2050-ekonomi dengan emisi gas rumah kaca nol bersih. Tujuan ini adalah inti dari Kesepakatan Hijau Eropa dan sejalan dengan komitmen UE terhadap aksi iklim global berdasarkan Perjanjian Paris.

Kesepakatan Hijau Eropa bertujuan untuk membuat iklim Eropa netral pada tahun 2050. Untuk mencapai tujuan dekarbonisasi ini, emisi harus dikurangi di semua sektor, mulai dari industri dan energi, hingga transportasi dan pertanian.

Transisi menuju masyarakat yang netral terhadap iklim merupakan tantangan mendesak sekaligus peluang untuk membangun masa depan yang lebih baik lagi bagi semua. Oleh sebab itu, peran mahasiswa sebagai katalisator bangsa tidak perlu lagi menunggu arahan dan panggilan namun ketukan dari hati terhadap keprihatinan negeri sebab krisis iklim yang terjadi melalui aksi dari mahasiswa tersebut untuk memberikan kontribusi terbaik sebagai katalisator bangsa.

Green jobs merupakan jenis pekerjaan yang layak dan ramah lingkungan. Menurut International Labour Organization (ILO), green jobs menjadi lambang dari perekonomian dan masyarakat yang lebih berkelanjutan dan mampu melestarikan lingkungan, baik untuk generasi sekarang maupun untuk generasi yang akan datang.

Jenis pekerjaan ini berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan. Green Jobs dilatarbelakangi oleh kualitas lingkungan semakin menurun, termasuk berkurangnya sumber daya alam dan tentunya ini menjadi permasalahan serius bagi perekonomian di masa mendatang. Salah satu yang menjadi terobosan untuk mengimplementasikan Green Jobs tersebut adalah The Climate Initiative Gen Z.

The Climate Initiative Gen Z merupakan suatu aksi nyata yang dilakukan oleh para mahasiswa dengan langsung turun tangan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan iklim yang sedang melanda pada era sekarang ini. Aksi ini merupakan tindakan inisiatif yang dilakukan secara merdeka dengan siap turun tangan untuk memberikan profit terhadap bumi ini.

Tindakan yang bisa dilakukan oleh para mahasiswa yang memiliki korelasi dengan Green Jobs diantaranya adalah dengan mengimplementasikan habit lifestyle eco-friendly, berkiprah di content writer, membuka jasa daur-ulang dan sebagainya.

Berkiprah di dunia content writer adalah salah satu pekerjaan yang memiliki profit yang tinggi baik pada creator dan pada bumi. Di era sekarang ini menjadi content writer sudah merupakan inisiatif individual oleh Gen Z untuk memberikan informasi dan mengolah data berdasarkan riset dan analisa yang ada.

The Climate Initiative Gen Z merupakan suatu tindakan profesi hijau yang dilakukan secara sukarela tanpa ada tekanan dan bukan mengharapkan profit terhadap diri sendiri. Green jobs; istilah baru di kalangan mahasiswa. Pekerjaan yang ramah lingkungan ini tentunya akan bergerak secara masif apabila aksi nyata oleh mahasiswa juga merujuk kesana.

Jiwa mahasiswa yang memiliki sense of crisis yang tinggi terhadap permasalahan yang ada khususnya krisis iklim akan menimbulkan keresahan-keresahan tersendiri dan keresahan tersebut di atasi dengan merealisasikan tindakan-tindakan sukarelawan.

Penulis : Nadia Maharani, Director of Direction Reasearch and Development Mahardika Muda